Asal Usul Nama Kalasan di Kuil Tarabhawana

Candi Kalasan merupakan candi yang bercorak agama Budha. Bangunan candi ini memiliki keunikan bila dibandingkan dengan candi lainnya di sekitar Candi Prambanan.

Adapun keberadaan Candi Kalasan dapat dikaitkan dengan sebuah prasasti batu berbahasa Sanskerta berhuruf Prenagari yang berangka tahun 700 saka atau tahun 778 masehi.

Di dalam prasasti Kalasan itu disebutkan tentang diperingatinya jasa Raja Panangkaran yang telah membangun sebuah kuil bagi Dewi Tara serta memuat arca dewi yang kemudian ditahtakan di dalam kuil tersebut.

20140517_122040

Kuil ini kemudian dinamakan Tarabhawana yang kini dikenal sebagai Candi Kalasan.

Selain itu, di dalam prasasti Kalasan disebutkan pula tentang pendirian tempat tinggal atau asrama bagi para pendeta dengan menghibahkan desa Kalasa kepada para sangha.

Disebutkan bahwa baik kuil Dewi Tara maupun asrama disebut sebagai Wihara.

20140517_122049

Penyebutan asrama bagi para sanggha sesuai dengan prasasti sering dikaitkan dengan bangunan Candi Sari yang berada 500 meter di sisi timur laut Candi Kalasan.

Berdasarkan penelitian terhadap struktur bangunan candi, diketauhi bahwa bangunan yang kita saksikan sekarang ini merupakan bangunan ketiga, sehingga dapat diperkirakan penyebutan angka 700 saka dalam prasasti tentu bukan bangunan yang saat ini, melainkan bangunan yang sudah ditutup bangunan baru.

20140517_122325

Seni hias Candi Kalasan juga mempunyai corak khas yakni berupa pola hias sulur gelung yang ditempatkan secara vertikal pada tubuh candi hingga bisa memberi kesan tinggi pada bangunan.

Relief pada tubuh bangunan candi dipahat secara halus yang kemudian dilapisi dengan lapisan bajralepa yakni semacam semen pelapis sisi luar bangunan.

20140517_122500

Lapisan bajralepa ini terlihat hingga tiga lapis yang saling bertumpuk.

Berdasarkan analisis laboratorium, lapisan bajralepa tersusun dari pasir kwarsa (30%), kalsit (40%), kalkopirit (25%), serta lempung (5%).

Keunikan lainnya, di candi ini dapat dijumpai batu monolit di tangga pintu masuk sisi timur. Batu ini sering disebut sebagai moonstone.

20140517_122515

Sementara itu, Candi Kalasan ini merupakan kompleks bangunan yang terdiri atas bangunan induk yang dikelilingi oleh stupa sebagak 52 buah yang mengitari batur candi.

Saat ini, sisa bangunan candi kalasan adalah 24 meter.

20140517_123114

Bangunan tubuh candi berdiri pada batur setinggi 1 meter dengan kaki candi setinggi 3 meter, tubuh 13 meter dan atap 7 meter.

tubuh candi berdenah bujur sangkar sangkar berukuran 16,5 meter x 16,5 meter.

Di tiap sisi bangunan terdapat pintu dengan tangga, sedangkan di sisi timur merupakan pintu utama menuju bilik utama.

Dahulunya pada bilik utama ini terdapat sebuah arca cukup besar, hal ini diketahui dari dudukan arca yang juga sangat besar.

Tahun 1939 – 1940, dilakukan perbaikan terhadap Candi Kalasan, yakni dengan memasang kembali batu-batu atap serta melakukan konsolidasi pintu masuk sisi selatan yang mulai rusak.

Namun secara keseluruhan Candi Kalasan belum pernah dipugar total seperti candi-candi lainnya (*)

Sumber : Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s